01 Des Gunung Guntur Rawan lonsor

Kondisi kawasan Gunung Guntur Garut rawan ancaman gerakan tanah, yang bisa berakibat terjadinya banjir bandang disertai longsoran material gunung. Gerakan tanah di kawasan tersebut mudah terpicu oleh curah hujan yang tinggi.

Hal itu diungkapkan Kepala Seksi Konservasi Wilayah V Garut, Bidang Konservasi Wilayah III Ciamis, Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Jabar-Banten, Teguh Setiawan, Selasa (2/ 12).

Menurut Teguh, gerakan tanah yang terjadi di kawasan Gunung Guntur mendorong terjadinya penumpukan material berupa longsoran pasir dan kerikil batuan lava. Kondisi tersebut bisa berkembang menjadi aliran banjir bandang yang mengancam beberapa permukiman di sekitar kaki gunung.

Dikatakan Teguh, di sebelah tenggara puncak Gunung Guntur, tepatnya di lereng bagian atas pernah terjadi gerakan tanah pada 1979. Kejadian tersebut mengakibatkan adanya penumpukan material berupa longsoran pasir dan kerikil batuan lava di hulu sungai Blok Legok Jambu.

Penumpukan material longsoran semakin bertambah dan menebal setelah pada April 2007 kembali terjadi gerakan tanah, menyusul hujan lebat selama beberapa hari di kawasan tersebut. Material longsoran pada alur sungai ini mencapai ke arah lereng bagian tengah.

Menurut Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), berdasarkan kondisi geologi dan topografi di lapangan, daerah gerakan tanah dan sekitarnya terletak pada zona kerentanan gerakan tanah tinggi.

sumber: (B.117), galamedia,
sejak dipublikasi 03/12/2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: