ATEP HILANG TERTELAN OMBAK LAUT SELATAN

Tiga anak baru gede (ABG) hanyut terseret ombak laut selatan di Pantai Cilame, Desa Cijayana, Kecamatan Caringin, Kabupaten Garut, Senin (20/10). Salah satu korban, Atep Iman Bin Didin (16), warga Kampung Sindangsari RT 01/RW 13 Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung hingga Selasa (21/10) belum ditemukan.

Informasi yang berhasil dihimpun Tribun, kemarin, Atep terseret ombak ketika berenang bersama dua rekannya, Senin pukul 10.00. Saat itulah tiba-tiba datang gelombang tinggi yang langsung menyeret tubuh ketiga ABG itu ke tengah laut.

Nasib beruntung dialami kedua rekan Atep yang belum diketahui identitasnya. Keduanya selamat meski terseret ombak dan sempat pingsan.

“Setelah Atep terseret ombak, warga sekitar langsung memberikan pertolongan. Dua teman Atep berhasil diselamatkan dalam keadaan pingsan. Namun, Atep tak tertolong dan menghilag ditelan lautan lepas. Hingga saat ini (kemarin, Red) warga dan sejumlah petugas masih terus melakukan pencarian. Lokasi Pantai Cilame hampir setiap tahun memang kerap memakan korban,” tutur Uus (38), salah seorang warga setempat.

Camat Caringin Hj Uum Suhartini hingga kemarin siang masih berada di lokasi kejadian. “Upaya pencarian hingga saat ini masih terus dilakukan oleh warga bersama jajaran Muspika Caringin. Kami mengimbau agar masyarakat dan wisatawan berhati-hati jika hendak berenang di Pantai Cilame karena ombaknya cukup besar,” kata Uum.

Diperoleh keterangan, Atep salah satu dari 20 orang rombongan warga Desa Tribaktimulya, Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung yang berwisata ke Pantai Cilame dengan menaiki mobil bak terbuka.

Menurut penuturan warga, proses pencarian korban tidak hanya dilakukan di sekitar laut, tetapi juga di muara Cihideung. Berdasarkan pengalaman, ujar Uus, sebelumnya juga sempat ada orang tenggelam di Pantai Cilame dan tubuhnya sulit ditemukan. (set)

Warga Khawatir Atep Di makan Gurita UUS, warga setempat, mengaku khawatir tubuh Atep sudah dimakan gurita besar yang memang banyak terdapat di laut pantai tersebut. “Satu ekor gurita saja beratnya rata-rata bisa mencapai tiga hingga lima kilogram,” ujarnya. katanya.

Meski demikian, Uus bersama warga lainnya berharap Atep dapat segera ditemukan dalam kondisi apapun. Karana, menurutnya, kejadian tersebut bisa menimbulkan rasa takut bagi wisatawan lain yang ingin berkunjung ke pantai tersebut.

Uus juga berharap pemerintah dapat mengantisipasi kejadian tersebut dengan memasang papan peringatan dilarang berenang. “Di sepanjang pantai ini terkenal rawan dan tidak layak untuk dipakai berenang. Kebanyakan wisatawan nekat berenang di karena tidak mengetahui bahaya ombak di wilayah pantai selatan, terutama di Garut Selatan,” katanya.

sumber: kemal s permana, Tribun Jabar,
sejak dipublikasi 22/10/2008,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: