31-Okto. Jalur Talegong Menuju Pengalengan Terputus

Jalur jalan provinsi Km 20 yang menghubungkan Kec. Talegong, Kab. Garut-Pangalengan, Kab. Bandung hingga Kamis (30/10) pagi, masih tersendat akibat bencana longsor menimpa badan jalan pada hari sebelumnya, menyusul hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut sejak Selasa (28/10). Jalur tersebut bahkan sempat terputus total selama tiga jam pascalongsor.

Camat Talegong, Asep Suparman mengatakan, pihaknya kesulitan menyingkirkan batu-batu besar yang menimpa badan jalan selebar tiga meter itu, karena peralatan yang ada tak memungkinkan. “Kalau menunggu alat berat datang juga tidak mungkin karena lokasinya sangat jauh. Akhirnya, warga berinisiatif memecahkan batu-batu besar itu dengan peralatan seadanya,” katanya.

Menurut Asep, selain sempat memutuskan jalan Talegong-Pangalengan, longsor juga menimbun beberapa rumah di Kp. Babakan Tipar Desa Mekarwangi, Kp. Legok Desa Sukalaksana, dan Kp. Cinyatuh Desa Selaawi. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Korban dan warga lain yang rumahnya berada di dekat perbukitan dan terancam longsor, saat ini sudah diungsikan tempat yang dinilai aman.

Asisten Sekda (Asda) II Kab. Garut, Budiman mengakui, wilayah Kab. Garut selamanya rawan dilanda tujuh jenis bencana alam, karena topografinya dikelilingi oleh perbukitan. Kab. Garut juga memiliki gunung api aktif dan bentangan pantai yang mencapai 84 kilometer lebih.

Ketujuh jenis bencana alam yang rawan terjadi di Garut tersebut yaitu bencana tsunami, gempa vulkanik, letusan gunung api, tanah longsor, banjir lumpur, kekeringan serta kasus kebakaran hutan dan bangunan.

Budiman juga mengakui, Satuan Pelaksana (Satlak) Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP), merupakan gabungan unsur pemerintahan dan NGO, masih belum mampu bekerja optimal, karena terbentur kurangnya sumber daya manusia (SDM) dan finansial. Padahal, peran Satlak PBP sangat besar dalam penanggulangan bencana.

Longsor di Sumedang

Hujan deras yang mulai mengguyur Kabupaten Sumedang menyebabkan terjadinya longsor di sejumlah titik. Meski hanya berskala kecil, namun cukup meresahkan warga yang bermukim di daerah rawan longsor. Seperti di sebagian wilayah Kecamatan Tanjungmedar, Sumedang Selatan, Jatigede, dan Rancakalong.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun “GM”, Kamis (30/10), longsor yang terjadi di wilayah Kecamatan Rancakalong bahkan sempat melumpuhkan jalur alternatif Sumedang-Jakarta via Subang selama 8 jam, akibat longsoran menimbun badan jalan di kawasan Paniis, Kecamatan Rancakalong, Selasa (28/10) malam.

“Memang tidak banyak yang mengetahui longsor di sana, karena peristiwanya terjadi pada malam hari. Dan, pada pagi harinya longsoran tanah yang menimbun badan jalan itu sudah dikeruk menggunakan backhoe,” kata Kepala Bagian Tata Usaha Dinas Pekerjaan Umum Kab. Sumedang, Drs. H. Asep Rujatna M.M.

Menyikapi fenomena alam itu, pihaknya mengimbau kepada masyarakat, terutama yang bermukim di daerah rawan bencana alam dan banjir, untuk selalu waspada.

sumber: (B.117/B.108), galamedia,
sejak dipublikasi 31/10/2008,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: